Posted by on September 21, 2014

Perjalanan kali adalah perjalanan caving dalam rangka BKP (Badan Khusus Pelantikan) Mapala UI. Ini adalah perjalanan pertama dari empat rangkaian perjalanan yaitu caving, rafting, climbing dan mountaneering. Caving ini dilakukan di Kawasan karst Wonosari , Gunung Kidul , Yogyakarta tanggal 17 – 23 Juni 2012.

Mengingat caving ini merupakan kegiatan yang memerlukan keahlian khusus maka persiapan terutama manajemen perjalanan, latihan SRT (single rope technic), packing barang dan tali-temali semua dilakukan. Kegiatan persiapan perjalanan dilakukan di Sekretariat Mapala UI, Depok. Pada BKP 12 ini total caang (calon anggota) yang mendaftar hampir 50 orang tapi yang ikut perjalanan pertama hanya 27 orang. Perjalanan caving di Goa Jomblang, Goa Grubug, Goa Kalisuci dan masih banyak lagi. Base camp di sana adalah resort milik Cahyo Alkantana yang mana adalah seorang cave diver yang sudah banyak makan asam garam di kegiatan caving.

Persiapan latihan untuk caving dilakukan dengan cara melakukan SRT (single rope technic) di pohon. Ini merupakan simulasi untuk turun ke goa vertikal. Latihan dilakukan dengan berbagai macam variasi mulai dari jalur intermediate, deviasi dan standar. Persiapan fisik juga dilakukan dengan jogging setiap pagi, senam dan master strength.Para instruktur dalam kegiatan caving ini adalah dari Mapala UI bekerjasama dengan HIKESPI (Himpunan Kegiatan Speleologi Indonesia) yang mana Cahyo Alkantana adalah ketua himpunan ini.

SRT merupakan salah satu teknik dalam caving untuk naik dan turun ke goa

SRT (Single Rope Technic) merupakan salah satu teknik penelusuran goa vertikal. Para calon anggota harus berlatih SRT sebelum melakukan penelusuran goa. Goa Jomblang merupakan perpaduan antara goa vertikal dan horizontal. Goa Jomblang dilihat dari mulut goa memliki pepohonan yang tumbuh lebat karena sinar matahari dapat masuk secara sempurna. Satu persatu caang menuruni Goa Jomblang dengan menggunakan satu tali sebagai jalur turun dan SRT set sebagai perlengkapannya. Seorang caver wajib menggunakan helm untuk melindungi kepala,  wearpack untuk menjaga suhu tubuh dan sepatu boot karena medan yang akan ditempuh akan licin dan basah. Pemandangan mulut Goa Jomblang yang amat sangat menakjubkan, mengesankan kita seperti berada di dunia lain. Pemandangan lain yang terlihat di mulut Goa Jomblang adalah ornamen-ornamen goa seperti stalaktit dan stalakmit. Terowongan di dalam Goa Jomblang berhubungan langsung dengan Goa Grubug yang hanya berjarak sekitar 300 m. Goa Grubug terkenal dengan cahaya surga nya / Ray of Light , cahaya yang masuk melalui mulut Goa Grubug, cahaya yang sangat indah. Cahaya ini akan terlihat bagus jam 11-2 siang ketika posisi matahari tegak lurus dengan mulut goa. Di Goa Grubug terasa sangat mistis karena konon menurut sejarah, goa ini merupakan tempat pembantaian G30 S/PKI dan juga suara aliran sungai bawah tanah yang mengalir deras. Aliran ini merupakan sambungan dari aliran Goa Kalisuci yang mana digunakan sebagai wisata yang berbasis lingkungan. Para caang ditemani oleh mentor dan instruktur dari HIKESPI menelusuri aliran sungai bawah tanah hingga menemukan ujung dari aliran. Suasana gelap, lembab, basah dan dipenuhi rasa was-was menjadi teman dalam penelusuran goa ini.

Mulut Goa Jombang dilihat dari dalam goa

Stalagtit: Ornamen goa dari batu kapur yang tumbuh dari bagian atas goa menuju ke dasar

Destinasi kedua adalah Goa Kalisuci dan Goa Buri Omah yang terletak tidak jauh dari Goa Jomblang. Perjalanan selanjutnya ditempuh dengan jalan kaki selama 30 menit. Goa Kalisuci menurut informasi dari pengelola, di Kalisuci terdapat mata air yang terletak di sebelah atas aliran sungai yang airnya sangat jernih dan tetap jernih meskipun air sungai keruh ketika musim hujan. Aliran air di Goa Kalisuci dulu digunakan sebagai sumber mata air warga sekitar untuk minum, memasak, mencuci dan mandi.

Goa Kalisuci ini mempunyai wisata cave tubbing yang ditawarkan untuk masyarakat yang ingin merasakan serunya berada di dalam goa. Dengan hanya menggunakan pelampung para caang mulai menelusuri goa tapi tidak hanya itu, para caang juga melakukan kegiatan pemetaan (mapping) goadengan berbekal meteran, kompas, protaktor, kertas anti air, alat tulis dan kamera. Kegiatan pemetaan goa bertujuan untuk mengetahui panjang dan lebar goa, bentukan goa, sebagai referensi penelusuran selanjutnya dan masih banyak tujuan lainnya. Di hari yang sama, para caang Mapala UI menelusuri Goa Buri Omah setelah menelusuri Goa Kalisuci. Goa Buri Omah merupakan goa horizontal yang juga memliki aliran sungai di ujung goa. Menurut informasi dari para instruktur HIKESPI, Goa Buri Omah dinamakan karena goa ini lokasinya berada di belakang rumah penduduk. Goa ini memiliki jalur yang lumayan ekstrem karena untuk menelusurinya para caver harus menuruni pitch(lorong gua yang harus dituruni menggunakan alat bantu) . Safety line dipasang agar jalur dapat dilalui dengan aman. Kegiatan di Goa Buri Omah masih sama yaitu melakukan pemetaan goa. Di ujung goa, dapat ditemui aliran sungai yang berjarak hampir 300 meter hingga sump (aliran sungai dalam goa yang tertutup air seluruhnya dan tidak bisa dilewati lagi).

Menuju Goa Kalisuci

Para calon anggota Mapala UI akan melakukan pemetaan di Goa Kalisuci

Para calon anggota melakukan pemetaan Goa Buri Omah

Hari selanjutnya para caang mencoba menuruni Goa Grubug yang mempunyai kedalaman 90 m. Kegiatan ini tidak berlangsung terlalu lama karena bertujuan untuk melatih fisik. Para caang turun dan langsung naik kembali. Kemudian setelah beberapa caang selesai menuruni Goa Grubug, satu kelompok caang pergi menuju Goa Ningrong yang masih berada di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Goa Ngingrongdi Lembah Karst Mulo, di pinggir jalan yang biasa dilewati jika ingin pergi ke Pantai Wediombo atau Pantai Siung dari Yogyakarta. Goa ini juga biasa dikunjungi wisatawan yang ingin menikmati keindahan goa. Para caang Mapala UI bersama mentor dan instruktur HIKESPI akan menelusuri goa ini sampai ujung goa. Goa Ngingrong mempunyai jalur yang lebih ekstrim dibandingkan goa-goa sebelumnya. Jalur yang dilewati harus dilalui dengan rapeling, SRT dan climbing. Di dalam Goa Ngingrong terdapat tiga buah telaga yang memiliki kedalaman yang berbeda, sungguh goa yang memiliki keindahan alam yang sempurna.

Para calon anggota Mapala UI menggantung untuk menuruni Goa Grubug

Cahaya surga di Goa Grubug

Goa Ngingrong, salah satu goa di Kawasan Karst Wonosari Yogyakarta yang menjadi tempat caving para calon anggota Mapala UI

Para calon anggota Mapala UI bersiap untuk menelusuri Goa Ngingrong

Para calon anggota Mapala UI juga diberikan pelatihan SAR (Search and Rescue) danriging (membuat jalur SRT) untuk kegiatan caving. Pelatihan riging diberikan oleh instruktur dari HIKESPI, segala aspek pertimbangan dalam memilih jalur dipelajari. Pelatihan SAR ini diberikan untuk melatih kemampuaan para calon anggota dalam menangani sebuah bencana di kegiatan caving. Simulasi SAR ini tidak diketahui oleh para caang maupun mentor, hanya Cahyo Alkantana dan para instruktur HIKESPI yang mengetahui skenario simulasi SAR ini. Riging dan simulasi SAR ini dilakukan di Goa Song Ciut sekitar 500 m dari Goa Jomblang.Dengan diberikannya materi riging dan SAR, maka berakhirlah pendidikan caving untuk para caang Mapala UI dalam rangka BKP tahun 2012 ini

Oleh

Wahyu Adityo Prodjo, M-875-UI

Posted in: FEATURE