Posted by on March 1, 2019

(Jakarta, 1 Maret 2019) – Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) hari ini menyelenggarakan acara Nonton Bareng Pesona Alam Cenderawasih (Nobar Pace) di CGV FX Sudirman. Acara ini dihelat dalam rangkaian upaya Mapala UI mempopulerkan wisata di Papua Barat.

Tujuan dari acara ini adalah mengungkapkan kepada para pemangku kepentingan industri pariwisata berbagai hasil riset Mapala UI di Papua Barat pada Juli-Agustus tahun lalu dalam tajuk kegiatan Ekspedisi Bumi Cenderawasih. Para pemangku kepentingan yang dimaksud adalah perusahaan terkait pariwisata serta Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Turut mengundang akademisi ilmu pariwisata serta calon turis yang memiliki minat untuk ke Papua Barat.


Ibu Rizki Handayani Mustafa, Deputi Pengembangan Pemasaran 1, mewakili Kementerian Pariwisata RI dalam acara Nobar Pace (1/3/19) di CGV FX Sudirman

Selain menyaksikan video, pengunjung juga dapat mengikuti Bincang Wisata bersama Amalia Yunita, Ketua Federasi Arung Jeram Indonesia serta pelaku bisnis petualangan; Wahyu Adityo Prodjo, travel journalist Kompas.com; serta Gregorius Benhard, salah satu atlet dalam Ekspedisi Bumi Cenderawasih. Bincan Wisata ini dipandu oleh Satya Winnie, seorang travel blogger, social media specialist dan juga pilot paralayang berlisensi.


Bincang Wisata bersama Amalia Yunita (Ketua FAJI dan pelaku bisnis petualangan), Wahyu Adityo P. (travel journalist Kompas.com), dan Gregorius Benhard (atlet Ekspedisi Bumi Cenderawasih) dimoderatori oleh Satya Winnie (travel blogger, social media specialist) dalam acara Nobar Pace di CGV FX Sudirman pada 1/3/19

“Kami harap dengan acara ini, minat masyarakat muda Indonesia untuk berlibur ke Papua Barat semakin meningkat. Selama ini kebanyakan orang mengira di Papua Barat hanya ada Raja Ampat yang layak untuk dikunjungi, padahal ada banyak situs lainnya yang juga tidak kalah menarik,” ujar Diah Puspitarini, Ketua Pelaksana Nobar Pace.

Video berjudul Pesona Alam Cenderawasih (Pace) yang disusun Mapala UI bersama organisasi Sendal Institut Kesenian Jakarta ini berisi tentang tiga situs yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata petualangan di Papua Barat. Tiga situs tersebut merupakan wilayah penelitian Ekspedisi Bumi Cenderawasih tahun lalu.

Salah satu dari tiga situs yang dirangkum dalam video Pace adalah Sungai Prafi di Kabupaten Manokwari. Sesuai hasil uji coba 4 kayaker dan 1 instruktur arung jeram Mapala UI, terdapat bagian sungai ini yang hanya cocok untuk diarungi oleh kayaker berpengalaman namun ada juga bagian yang cocok untuk diarungi wisatawan menggunakan perahu karet.

Di dekat Sungai Prafi juga terdapat Mokwam Bird Watch. Di sana, wisatawan dapat menyaksikan secara langsung burung khas Papua di habitatnya yang masih asri. Pegunungan di sekitar Sungai Prafi juga dapat menjadi lokasi alternatif untuk trekking dan camping.


Pengarungan perdana Sungai Prafi di Papua Barat menggunakan kayak oleh pengarung jeram Mapala UI pada Agustus 2018 lalu dalam kegiatan Ekspedisi Bumi Cenderawasih.

Situs kedua ada di Kabupaten Pegunungan Arfak. Di kabupaten tersebut, tepatnya di Distrik Anggi dan Distrik Anggi Gida, telah diuji coba beberapa penerbangan paralayang dari dua bukit yakni Bukit Kobrey dan Bukit Tombrok. Para penerbang di situs ini dapat menyaksikan Danau Anggi Giji dan Danau Anggi Gida di bawah kakinya selama melayang di udara. Sementara itu, titik mendarat dapat ditemui di berbagai lapangan yang ada di pemukiman sekitar danau kembar. Situs ini dapat dikembangkan menjadi tempat penerbangan paralayang tandem.

Selain terbang tandem, wisatawan juga dapat sightseeing di sekitar kedua danau. Danau Anggi Gida memiliki keunikan tersendiri yang layak dikunjungi berupa pinggiran berpasir putih bagaikan pantai di pinggir laut.


Penerbangan pertama oleh pilot paralayang Mapala UI di Pegunungan Arfak pada 17 Agustus 2018 silam dalam kegiatan Ekspedisi Bumi Cenderawasih

Akses jalan menuju Pegunungan Arfak masih belum beraspal. Namun, hal ini justru bisa dikemas sebagai perjalanan off-road sebagai pengalaman tambahan bagi wisatawan yang berkunjung. Menginap di Pegunungan Arfak juga bisa dijadikan pengalaman unik dengan memanfaatkan Rumah Kaki Seribu khas Pegunungan Arfak.

Situs selanjutnya yang direkomendasikan oleh Mapala UI untuk dijadikan destinasi wisata petualangan adalah kawasan karst Distrik Testega di Kabupaten Pegunungan Arfak. Di wilayah ini terdapat 17 mulut gua yang dipetakan oleh tim penelusur gua Mapala UI. Kondisi mulut gua ini sebagian besar masih tertutup tanah dan pepohonan ketika ditemukan oleh tim Mapala UI. Menurut riset tim, terdapat sebuah black hole di kawasan tersebut yang masih belum ditemui keberadaannya.


Penelusur gua Mapala UI di kawasan karst Distrik Testega, Papua Barat dalam kegiatan Ekspedisi Bumi Cenderawasih pada Agustus 2018 silam

“Seluruh rangkaian Ekspedisi Bumi Cenderawasih ini, termasuk juga acara Nobar Pace, merupakan upaya kami dalam menerapkan Tridharma Perguruan Tinggi yaitu butir Penelitian dan Pengembangan serta Pengabdian Masyarakat. Kami harap dengan kegiatan ini, industri pariwisata di Indonesia, terutama di Papua Barat makin cepat berkembang,” ucap Muhammad Jazmi, Ketua Mapala UI.

“Negara kita ini sangat indah dan menurut kami akan sangat disayangkan apabila keindahan itu tidak dinikmati atau bahkan tidak diketahui oleh masyarakatnya sendiri,” lanjutnya.

Jazmi juga berharap ke depannya Mapala UI dapat terus berkontribusi untuk daerah yang telah memberikan banyak manfaat dan pembelajaran bagi organisasi tersebut.


Penampilan Tari Mambri dari Komunitas Tari Fisip UI memeriahkan acara Nobar Pace pada 1/3/19 di CGV FX Sudirman

Kegiatan ini didukung oleh Kementerian Pariwisata RI, Kementerian Kesehatan RI, Pemprov Papua Barat, Pemkab Pegunungan Arfak, Pemkab Manokwari, Mabes TNI, PLN, SKK Migas, Madubima, Tanamduit, Kimia Farma, Eiger, Anmax Creative Studio dan berkolaborasi dengan Seni dan Alam IKJ, TBM FKUI, BEM FIK UI, BEM FKM UI, serta mahasiswa Unipa.


(Kanan dan tengah) Perwakilan dari Travacello, salah satu perusahaan penyedia jasa pariwisata bersama (kiri) Wakil Ketua Mapala UI dalam acara Nobar Pace (1/3/19) di CGV FX Sudirman

Tentang Mapala UI
Mapala UI adalah salah satu unit kegiatan mahasiswa di Universitas Indonesia. Sejak berdiri pada tahun 1964, organisasi ini aktif dalam kegiatan di alam bebas termasuk olahraga dan penelitian yang bertema sosial serta lingkungan. Sebagai pelopor kegiatan pencinta alam di kampus, Mapala UI telah memiliki 1021 anggota yang sering melakukan ekspedisi dengan tujuan beragam. Salah satunya adalah Ekspedisi Tebing Puruk Sandukui pada tahun 2017 untuk mengangkat potensi wisata panjat tebing di Kalimantan Tengah. Pada tahun yang sama, Mapala UI juga melakukan pemetaan dan pengecekkan terumbu karang di kawasan Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Ke depannya, Mapala UI akan terus melakukan terobosan dalam kegiatan di alam bebas yang dapat bermanfaat bagi masyarakat luas.

-Humas Mapala UI-
Narahubung: Karina Londy (087776385310)
Sekretariat Mapala UI: 02178884872

Posted in: Berita

Comments

  1. Mas Mitsjat
    May 4, 2020

    Leave a Reply

    Acara yang sangat keren sekali, oh ia kapan ada acara mendaki? Apakah peserta dari luar boleh ikutan?

Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*